Materi Senandika, Novel, & Novelet dari Rengkang Sabawebawepajad

   ©Rengkang Sabawebawepajad 

Rengkang Sabawebawepajad (RRS) Official Group


Jalan simpang swadaya Dusun 2 RT/RW 005/003 Desa Siraman Kecamatan Pekalongan Lamtim Kode 34391 www.rengkangsabawebawepajad.blogspot.com

~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•


|||||||||||||||||||||||||||||||||||||


~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•

πŸ”΄ *PERBEDAAN NOVEL DAN NOVELET.*


Dari segi pengertian, novel adalah salah satu karya sastra yang berbentuk prosa naratif yang panjang, berisikan rangkaian cerita kehidupan dengan menonjolkan watak dan sifat tertentu dalam setiap kisah yang diceritakan. sedangkan Novelet merupakan salah satu karya sastra berbentu prosa fiksi yang ukurannya lebih kecil dari novel dan lebih besar dari cerpen. 


πŸ”΄ *Ciri-Ciri Novelet dan Novel*


=> *Ciri-Ciri Novelet*


πŸ“Bentuk novelet biasanya lebih panjang dari cerpen dan lebih pendek dari novel.

πŸ“Ukuran yang ditentukan dalam sebuah novelet biasanya panjang antara 17.500 – 40.000 kata.

πŸ“Rata-rata halaman yang ditentukan dalam sebuah novelet antara 60 – 150 halaman.

πŸ“Kisah dan adegan yang ditampilkan pada novelet dalam tempo sedang, bertahap, dan sedikit melompat.

πŸ“Waktu yang diperlukan untuk membaca sebuah novelet antara 1-1,5 jam.


=> *Ciri-Ciri Novel*


πŸ“Bentuk pada novel dengan gaya narasi dan dekripsi yang lebih komplek dan penuh pengembangan.

πŸ“Ukuran salam sebuah novel berkisar antara 000 – 100.000 kata, bahkan ada yang 250.000 kata

πŸ“Rata-rata, jumlah halaman pada novel antara 150-300 halaman.

πŸ“Waktu yang diperlukan untuk menghabiskan sebuah novel lebih dari 2 jam.

πŸ“Memiliki kisah dan adegan dengan sistem pelan dan bertahap.


=> *Jenis-Jenis Novel dan Novelet*


Jenis novel dan novelet dibagi menjadi beberapa bagian, yaitu:


*1. Berdasarkan kejadian nyata dan tidak nyata*

πŸ“Œ _*Fiksi*_ merupakan jenis novel atau novelet yang di dalamnya berisikan kejadian-kejadian yang tidak ada di dunia. Novel ini juga sering disebut sebagai novel fantasi, di dalamnya berisikan tentang imajinasi dan fiktif pengarang saja. Contohnya: Harry Potter karya J. K. Rowling, Serial Matahari, Bumi, Bulan, Bintang, Komet karya Tere Liye, The Hunger Games karya Suzzane Collins , dan lain-lain.


πŸ“Œ _*Non-fiksi*_ merupakan jenis novel yang ditulis sesuai dengan pengalaman pribadi sang penulis. Bentuk tulisan ini juga diartikan sebagai cerita yang ilmiah atau pernah ada sebelumnya. Contohnya seperti: Laskar Pelangi karya Andrea Hirata, Sematkan Rinduku di Dadamu karya Mira W, Dilan 1990 karya Pidi Baiq, dan lain-lain.


*2. Berdasarkan Gendre Cerita*

πŸ“Œ *_Romantis_* merupakan jenis novel dan novelet yang di dalamnya berisikan kasih sayang dan rasa cinta. Contohnya: Ayat-ayat Cinta karya Habibburahman El Shirazy dan masih banyak lagi.


πŸ“Œ *_Horor_*, merupakan jenis novel dan novelet yang berisikan kisah-kisah menyeramkan, betopik pada pembahasan tentang cerita hantu dan terkesan menakutkan. Contohnya: Danur karya Risa Saraswati.


πŸ“Œ _*Misteri*_ merupakan kisah yang mengisahkan tentang hal-hal yang membuat penasaran pembaca dan tentang misteri. Contohnya: Murder on the Orient Express karya Agatha Christie.


πŸ“Œ _*Komedi*_ merupakan kisah berisikan tentang komedi atau hal-hal yang bisa membuat tertawa dan menghibur. Contohnya Kambing Jantan karya Raditya Dika.


πŸ“Œ *_Inspiratif_* merupakan merupakan kisah-kisah yang membahas tentang cerita Misalnya: Negeri 5 Menara karya Ahmad Fuadi.


πŸ“Œ *_Petualangan_* membahas cerita  yang berhubungan dengan misi tertentu untuk diselesaikan diendingi dengan cerita yang menggantung sehingga membiarkan pembaca berasumsi sendiri akan ending dari cerita yang sedang mereka baca tersebut. Kadang juga, cerita jenis ini diperjelas dengan lanjutan novel pada series berikutnya. Sehingga, suka-suka penulisnya mau mempertimbangkan keefektifan dari novel tersebut seperti apa.


πŸ“Œ _*Science Fiction (Fiksi Ilmiah)*_ ceritanya dilandasi dengan munculnya teknologi canggih yang kadang kala teknologi tersebut belum banyak terpikir oleh banyak orang. Novel gendre ini berbeda dengan novel bergenre fiksi biasanya. Jika novel fiksi memerlukan penulisnya untuk melakukan pengembangan pada imajinasi yang lebih tingg. Maka, berbeda dengan science fiction yang menuntut pengetahuan pengarang untuk mencari tahu tentang ilmu pengetahuan, baik umum maupun khusus yang dilakukan dengan cara meneliti atau semacamnya. Untuk itu, cerita gendre ini mengangkat pemahaman ilmu pengetahuan hukum-hukum alam semesta untuk memperkuat daya pikat tulisan jenis ini.


πŸ“Œ *_Fantasi_* Genre ini menampilkan kisah-kisah yang berurusan dengan kerajaan-kerajaan, dan sangat bertentangan dengan sci-fi, yang berkaitan dengan alam semesta. Penulis harus menghabiskan banyak waktu untuk membangun konsep mitos dunia.


πŸ“Œ *_Young Adult_* Cerita ini umumnya datang dari suatu zaman, dan sering masuk ke genre fantasi dan fiksi ilmiah. Novel-novel YA menampilkan beragam protagonis yang menghadapi perubahan dan tantangan. Genre ini menjadi lebih populer dengan kesuksesan novel seperti The Hunger Games, The Fault in Our Stars, dan Twilight.


πŸ“Œ _*New Adult*_ menampilkan karakter mahasiswa namun bukan usia sekolah. Genre ini adalah kategori usia di atas genre YA. Dalam genre ini menampilkan eksplorasi berupa ketidakpastian dan tantangan hidup untuk meninggalkan rumah dan hidup mandiri untuk pertama kalinya. Banyak buku NA berfokus pada seks, menggabungkan romansa dan erotika.


πŸ“Œ _*Suspense/Thriller*_ Karakter yang mengalami marabahaya sangat mendominasi kisah-kisah digenre ini. Genre yang melibatkan pengejaran dan pelarian. Ada satu atau lebih karakter 'gelap' yang harus dihindari oleh protagonis, melakukan aksi bertarung dalam cerita.


πŸ“Œ *_Police Procedurals_* Merupakan misteri yang melibatkan seorang polisi atau detektif yang memecahkan kejahatan. Penekanannya sangat bergantung pada aspek teknologi atau forensik dalam pekerjaan kepolisian, memilah dan mengumpulkan bukti, serta aspek hukum kriminologi.


πŸ“Œ _*Historical*_ Cerita-cerita fiksi ini terjadi dengan latar belakang sejarah faktual. Tokoh sejarah penting digambarkan sebagai karakter fiksi. Historical Romance adalah sub-genre yang melibatkan hubungan cinta yang saling bertentangan dalam latar belakang faktual.


πŸ“Œ _*Westerns*_ Buku-buku ini secara khusus diatur di Amerika Barat tempo dulu. Plotlines meliputi survival, romance, dan petualangan dengan karakter pada jaman itu, misalnya, cowboys, frontiersmen, Indians, mountain men, dan miners. 


πŸ“Œ *_Family Saga_*

Genre ini mengisahkan tentang kisah yang sedang berlangsung dari dua generasi atau lebih keluarga. Plotnya berputar di sekitar hal-hal seperti bisnis, akuisisi, properti, petualangan, dan family curses. Secara alami, genre ini mengutamakan historis, sering membawa resolusi dalam pengaturan kontemporer.


πŸ“Œ _*Women’s Fiction*_, Alur cerita ini dicirikan oleh tokoh sentral perempuan yang menghadapi tantangan, kesulitan, dan krisis yang memiliki hubungan langsung dengan gender. Yang didalamnya termasuk konflik wanita dengan pria, meskipun gak tertuju pada itu saja. Dan dapat mencakup konflik dengan hal-hal seperti ekonomi, keluarga, masyarakat, seni, politik, dan agama.


πŸ“Œ _*Magic Realism*_, Magical events merupakan bagian dari kehidupan pada umumnya dalam genre ini. Genre ini memiliki kisah alami dalam cerita. One Hundred Years of Solitude adalah kisah klasik dalam genre ini.


πŸ“Œ _*Literary Fiction*_, Genre ini berfokus pada kondisi manusia dan lebih mementingkan kehidupan batin karakternya dan tema daripada plot. Sayangnya, sekarang ini fiksi sastra sulit untuk dijual dan terus menurun popularitasnya.



*3. Berdasarkan Isi dan Tokoh*


πŸ“Œ _*Teenlit,*_ merupakan kisah yang berisi tentang cerita remaja.


πŸ“Œ _*Chicklit,*_ merupakan kisah yang ebrisi tentang perempuan muda dan permasalahan yang dihadapi.


πŸ“Œ *_Songlit,_* merupakan kisah yang ditulis berdasarkan cerita lagi lagu.


πŸ“Œ _*Dewasa,*_ merupakan kisah yang berisi tentang cerita orang dewasa.


πŸ”΄πŸ”΄πŸ”΄



*SENANDIKA*


Senandika atau solilokui adalah wacana seorang tokoh dalam karya susastra dengan dirinya sendiri di dalam drama yang dipakai untuk mengungkapkan perasaan, firasat, konflik batin yang paling dalam dari tokoh tersebut, atau untuk menyajikan informasi yang diperlukan pembaca atau pendengar.


Senandika adalah jenis monolog, tetapi bukan sebuah aside: monolog adalah pidato di mana satu karakter membahas karakter lain, atau penonton; atau pidato yang diarahkan sendiri; sedangkan aside adalah komentar (biasanya pendek) oleh satu karakter kepada penonton, meskipun selama bermain itu mungkin terlihat seperti karakter yang menyapa dirinya sendiri.


Senandika sering digunakan dalam drama, tetapi tidak lagi populer ketika drama bergeser ke aliran realisme di akhir abad ke-18. Tetapi saat ini, dengan pembatasan anggaran di teater, mereka menjadi populer lagi.


Contoh-contoh yang baik dalam sastra dapat dilihat dalam kata-kata karakter Iago, yang memiliki peran utama dalam drama terkenal Shakespeare, Othello.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

πŸ”΄ Arti Tulisan "Rengkang Sabawebawepajad"