Sudut Pandang - Materi dari RRS Official

@Rengkang Sabawebawepajad

            Rengkang Sabawebawepajad (RRS)
Jalan simpang swadaya Dusun 2 RT/RW 005/003 Desa Siraman Kecamatan Pekalongan Lamtim Kode 34391 www.rengkangsabawebawepajaddotgodotrss.blogspot.com

~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||

~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•

 *SUDUT PANDANG*


=> Sudut pandang adalah arah pandang seorang penulis dalam menyampaikan sebuah cerita, sehingga cerita tersebut lebih hidup dan tersampaikan dengan baik pada pembaca atau pendengarnya.


_Menurut Teori Sastra sudut pandang sendiri terbagi menjadi dua jenis, yaitu sudut pandang orang pertama dan sudut pandang orang ketiga_


*1. Sudut pandang orang pertama.*

Sudut pandang orang pertama biasanya menggunakan kata ganti “aku" atau “saya" atau juga “kami” (jamak). Pada saat menggunakan sudut pandang orang pertama, penulis seakan-akan menjadi salah satu tokoh dalam cerita yang sedang dibuat. Si pembaca pun akan merasa melakoni setiap cerita yang dikisahkan.


_Contoh :: aku mengedarkan pandangan, merasa takjub sekaligus kagum dengan pemandangan yang ditangkap oleh retina mataku, rerumputan dan daun-daun yang menari bersama terpaan angin, suara gesekan ranting kayu, dan hijaunya pohon-pohon yang menjulang tinggi, seolah membuatku seperti terseret pada negeri dongeng._


*2. Sudut pandang orang kedua.*

Sudut pandang orang kedua biasa digambarkan dengan kata "kamu" atau "kau". Sudut pandang ini menempatkan pembaca seolah-olah adalah tokoh utama dalam cerita. Biasanya sudut pandang ini digunakan, agar si penulis tidak perlu repot-repot memikirkan nama dari tokoh utama. 


_Contoh :: Dua puluh menit lagi. Kau bersiap di ujung gang dengan setangkai mawar dan coklat dingin. Mukamu memerah, tanganmu gemetar, sedangkan rambutmu kembali gatal karena kau berpikir terlalu keras tentang apa yang hendak kau katakan. (Hal yang Luput dari Pandanganmu - Tutut Setyorinie)_ 


*3. Sudut pandang orang ketiga.*

Kata rujukan yang digunakan ialah “dia" “ia" atau nama tokoh dan juga mereka (jamak). Pada sudut pandang orang ketiga, penulis berada ‘di luar’ isi cerita dan hanya mengisahkan tokoh “dia" di dalam cerita.


• Sudut pandang orang ketiga (serba tahu)

penulis akan menceritakan apa saja terkait tokoh utama. Ia seakan tahu benar tentang watak, pikiran, perasaan, kejadian, bahkan latar belakang yang mendalangi sebuah kejadian. 


_Contoh :: Sudah 6 bulan ini Naomi terjun pada dunia tarik suara. Ayah dan ibunya tidak ada yang merestui jalur karier yang ia geluti. Ia sampai beradu argumen dengan sang ayah yang memang memiliki watak keras. Keduanya sempat bersitegang sebelum akhirnya dipisahkan oleh sang ibu dengan derai air mata._ (sumber : google)


• Sudut pandang orang ketiga (pengamat)

Pada sudut pandang ini penulis hanya menceritakan sebatas pengetahuannya saja.


_Contoh :: Entah apa yang terjadi dengannya seminggu belakangan ini. Pulang dari kantor langsung menunjukkan muka masam. Belum lagi puasa bicara yang sudah ia lakukan seminggu belakangan ini. Apa mungkin karena hubungan dia dan sang kekasih yang tidak direstui oleh keluarga?_ (sumber : google)


*4. Sudut pandang campuran.*

Pada sudut pandang campuran, si penulis dapat menggabungkan antara sudut pandang orang pertama dan orang ketiga. Ada kalanya si penulis ‘masuk’ ke dalam cerita (bukan sebagai tokoh utama) dan ada kalanya ia berada di luar cerita menjadi orang yang serba tahu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

🔴 Arti Tulisan "Rengkang Sabawebawepajad"