📇 Panduan Lengkap/ Informasi Ujian/ Tes Tahap 1 Rengkang Sabawebawepajad Tahun 2021 Genas 1

 ©Rengkang Sabawebawepajad 

Rengkang Sabawebawepajad Official Group
Jalan simpang swadaya Dusun 2 RT/RW 005/003 Desa Siraman Kecamatan Pekalongan Lamtim Kode 34391 www.rengkangsabawebawepajad.blogspot.com

~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||

~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•

 _Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh_


Yth. Founder, Ketum & Waketum Rengkang Sabawebawepajad Masa Bhakti 2020/2021, beserta Jajarannya Pengurus Rengkang Sabawebawepajad dan Para Member yang berbahagia


Informasi, bahwa besok ada ujian/ tes tahap pertama dari Rengkang Sabawebawepajad dengan:


⏲️ Waktu Pelaksanaan: Senin, 4 Januari 2021 Pukul 06.30 - 21.30 WIB (Batas waktu pengerjaan bebas)


🔖  Media Pelaksanaan: Lewat google form of account Rengkang Sabawebawepajad, yang tautan dan token akan diberitahukan pada waktu pelaksanaan ujian.


💼 Supported: All Collaboration of Rengkang Sabawebawepajad (Alcofresa) / Organisasi - organisasi dibawah naungan Rengkang Sabawebawepajad.


📎 More Information: tinyurl.com/PanduanUjianTesTahap1RSGenas1


📃 Bentuk naskah: 15 butir soal pilihan ganda (pilgan), dengan bobot benar masing-masing soal adalah 6,7 poin, sedangkan bobot salah bernilai 0 poin, dan tidak mengerjakan tidak terhitung dalam sistem, sehingga total skor adalah 100 poin.


📌 Note: Ada secret benefit bagi yang mengerjakan


📣 Petunjuk pelaksanaan:

- Membaca doa terlebih dahulu sebelum memulai ujian

- Login ke google form menggunakan akun email peserta

- Mengisi data diri dan password (token) dengan benar dan valid

- Memilih pilihan jawaban yang paling tepat dan benar

- Mengirim jawaban dengan klik "submit" atau "kirim".

- Mengakhiri ujian dengan log out beranda halaman ujian.

- Selesai


🎛️ Pengumuman: 11 Januari 2021

🎁 Pemberian secret benefit: 12 Januari 2020


Bila ada yang kurang paham dari informasi diatas dapat PC ke Narahubung dibawah:


*CP*👤: +62 822-2787-6994


• Materi yang diujikan: 

*Cara Menulis Blurb* 📕

_Blurb_ adalah uraian singkat yang digunakan untuk memberi tahu orang lain tentang diri Anda di dalam sebuah forum. Anda juga bisa menggunakan blurb untuk mendeskripsikan karya Anda atau mempromosikan karya orang lain. Anda harus menggunakan gaya penulisan yang tajam dan meyakinkan untuk menyampaikan informasi penting sesingkat mungkin. Teruslah membaca artikel ini untuk mempelajari cara menulis sebuah blurb.

Metode 1 dari 3:
*_Menulis blurb Singkat untuk Sebuah Forum_*

1
Buatlah sesingkat mungkin. Blurb untuk sebuah forum adalah cara cepat untuk memperkenalkan diri sendiri kepada suatu kelompok. Blurb selalu dipenuhi dengan misteri dan intrik, karena blurb hanya ditulis dalam beberapa kata sehingga pembacanya akan banyak berimajinasi. Buatlah blurb tidak lebih dari satu kalimat (paling banyak dua). Inilah beberapa contohnya:
Budi Doremi: Penyanyi. Pencipta Lagu
Aku Dewi, wanita cantik turun dari langit.
Halo! Aku butoijo666, dan aku siap bertarung!
Krisna hadir di sini.. biasakan!

2
*_Katakan hal yang benar mengenai diri Anda._* Anda hanya memiliki beberapa kata untuk menunjukkan jati diri Anda. Itu artinya, Anda hanya memiliki ruang untuk membagikan hal-hal yang terpenting tentang diri Anda. Pilihlah informasi yang paling menarik dan relevan untuk Anda bagikan.

3
*_Buatlah blurb yang lucu, unik, atau menarik._* Gaya tulisan pada blurb Anda, sependek apa pun, akan membuat orang lain menyukai Anda atau berpikir bahwa Anda adalah orang yang aneh.

4
*_Pertimbangkan untuk menunjukkan sisi buruk Anda._* Anda mempunyai kontrol terhadap hal ini karena Anda berada di dalam forum anonim dan Anda bisa menuliskan apa pun yang Anda mau. Manfaatkan keanoniman Anda dan jadilah orang yang selalu Anda inginkan di kehidupan nyata.

5
*_Periksalah blurb buatan orang lain._* Carilah inspirasi dari orang lain yang ikut berpartisipasi di forum Anda untuk melihat gaya blurb mana yang membuat Anda tertarik.

Metode 2 dari 3:
Menulis blurb Biografis

1
*_Sajikan informasi yang paling relevan._* Mungkin akan sulit untuk memilih di antara kualitas menarik Anda, tetapi memilih informasi yang paling menarik sangat krusial jika Anda menulis blurb pribadi. Anda hanya bisa menulis sebanyak beberapa baris yang akan menarik perhatian orang-orang dan membuat mereka ingin mengenal Anda lebih jauh.
Informasi yang Anda sajikan harus relevan pada tempat Anda menerbitkan blurb. Sebagai contoh, jika Anda menggunakan blurb Anda untuk mempromosikan diri sendiri sebagai seorang seniman atau menjual jasa yang Anda sediakan, Anda harus menyatakan secara jelas apa yang Anda tawarkan. Perkenalkan diri Anda sebagai seorang jurnalis, gitaris, penulis lepas, fotografer, dan lain-lain.
Anda juga bisa memilih untuk menawarkan informasi mengenai diri Anda yang Anda ingin semua orang tahu. Sebagai contoh, jika Anda membuat blurb untuk sebuah blog, tujuan utama Anda adalah untuk membuat orang lain mengenal Anda lebih jauh. Bicarakan tentang kerja keras Anda yang paling kreatif dan hobi yang paling menarik.
2
*_Pertimbangkan untuk menyebutkan pengalaman, penghormatan, dan penghargaan Anda._* Jika Anda menggunakan blurb untuk tujuan profesional, seperti untuk situs web profesional atau laman jejaring Anda, masukkan beberapa detail yang akan menunjukkan bahwa Anda adalah seseorang yang memiliki banyak kualitas. Tambahkan satu baris tentang penghargaan berkelas yang Anda raih, pengelaman tingkat tinggi yang Anda capai di bidang Anda, atau penghormatan lain. Ingatlah bahwa menyebutkan penghormatan dan penghargaan sering disalahartikan sebagai perilaku sombong jika Anda menggunakan blurb ini di dalam latar yang lebih informal.[1]
3
*_Gunakan gaya penulisan yang tepat. Blurb Anda dikhususkan untuk memberi tahu dunia yang harus diketahui tentang Anda dalam waktu 10 detik._* Waktu tersebut tidak memberikan Anda keleluasaan untuk menunjukkan kedalaman kepribadian Anda, tetapi Anda masih bisa memilih kata-kata yang menunjukkan sedikit tentang sikap yang Anda miliki. Sekali lagi, gaya penulisan blurb harus sesuai dengan tempat terbitnya.
Gunakan humor di mana pun Anda bisa. Blurb jenaka dapat menarik perhatian banyak orang; jika Anda bisa mencari cara untuk menghibur orang-orang, mereka pasti ingin mengenal Anda lebih jauh, dan itulah tujuannya!
Gaya penulisan blurb profesional harus lebih dijaga, tetapi Anda masih bisa menunjukkan kepribadian Anda. Tambahkan lelucon di akhir blurb atau sertakan satu fakta pribadi mengenai hobi atau hiburan yang tidak akan menjatuhkan Anda di dunia profesional.
Katakan apa yang orang-orang akan dapatkan ketika mereka mengenal Anda lebih jauh. Ini adalah tujuan dari segala blurb; anda harus menarik perhatian orang-orang sehingga mereka ingin terus membaca tulisan Anda, mendengarkan lagu-lagu Anda, mengikuti akun Twitter Anda, dan lain-lain.
4
*_Tentukan apakah Anda ingin menggunakan sudut pandang orang kesatu atau ketiga._* Blurb pribadi bisa ditulis dalam sudut pandang orang kesatu, dengan penggunaan kata “aku” atau “saya”, untuk menciptakan suasana yang lebih akrab. Sebaliknya, menulis blurb menggunakan sudut pandang orang ketiga akan membuatnya lebih terdengar profesional. Pilihlah pendekatan yang paling cocok untuk Anda dan untuk tujuan penulisan blurb Anda.
5
*_Buatlah sesingkat dan semanis mungkin._* Jika blurb ditulis lebih panjang dari beberapa kalimat, orang lain akan merasa bosan dan mulai membaca sekilas. Blurb harus dibuat tidak lebih dari 2 paragraf pendek, dan 2 paragraf pun bisa terlalu panjang. Membatasi penulisan ke dalam beberapa ratus kata akan meyakinkan Anda bahwa Anda hanya menyertakan fakta-fakta yang paling penting dan menarik.
Bacalah kembali blurb Anda setelah selesai ditulis, dan cobalah gunakan sudut pandang yang objektif. Informasi apa yang bisa Anda hapuskan untuk membuat blurb Anda semakin menarik?
Mintalah seorang teman untuk membaca blurb buatan Anda, dan mintalah umpan balik yang jujur dari mereka. Informasi yang menurut Anda krusial bisa dipandang sebagai informasi yang tidak penting bagi orang lain.
6
Sertakan sebuah foto. Jika Anda memiliki pilihan untuk menyertakan foto di samping blurb Anda, sertakan foto itu. Blurb Anda akan lebih menunjukkan diri Anda kepada orang lain jika mereka bisa melihat foto penulisnya. Pilihlah foto yang sesuai dengan suasana blurb Anda, baik foto yang unik, formal, jenaka, atau rapi.
Metode 3 dari 3:
Menulis blurb untuk Mempromosikan Karya Orang Lain
1
Pahamilah sumber Anda. Jangan mencoba menulis blurb yang mempromosikan buku atau film teman Anda sebelum Anda membaca atau menontonnya berkali-kali. Jika Anda tidak membaca atau menontonnya berkali-kali, blurb yang Anda tulis akan terdengar kurang akurat, sehingga Anda tidak bisa membuat teman Anda memiliki pembaca atau penonton yang banyak.
Perhatikan apa yang Anda alami. Buatlah pikiran Anda terhubung dengan apa yang Anda baca atau yang Anda lihat.
Tuliskan apa yang Anda rasakan mengenai buku atau film tersebut. Kata-kata atau deskripsi yang sederhana adalah awal yang baik. Catatlah perasaan Anda setelah membaca atau menontonnya, keunikannya, dan detail-detail lain yang membuat karya tersebut menonjol bagi Anda.
Sebaiknya Anda mencari tahu tentang karya-karya orang tersebut yang terdahulu. Dengan begitu, Anda akan bisa membandingkannya dengan karyanya yang terbaru.
Bacalah ulasan dan blurb tentang karya orang tersebut yang sebelumnya, untuk kepentingan penelitian.
2
Milikilah aura yang menunjukkan bahwa Anda ahli di suatu bidang. Anda mungkin diminta untuk membuatkan blurb untuk sebuah buku atau film karena Anda memiliki pengetahuan di bidang tersebut. Buatlah reputasi yang baik dengan melakukan penelitian latar yang selektif terhadap karya lain yang bergenre sama dengan buku atau film teman Anda. Anda harus terdengar sangat memahami apa yang Anda bicarakan.[2]
Carilah tren di karya penulis atau pembuat film tersebut. Apakah mereka menggunakan aktor yang sama? Tema yang sama? Catatlah pola yang Anda bisa sebutkan di blurb Anda.
Pertimbangkan apakah Anda bisa membuat perbandingan yang cerdas terhadap karya lain di genre tersebut.
3
Ringkaslah plot tanpa membocorkannya. Blurb bisa menyajikan detail mengenai cerita di dalam buku atau film tersebut, dan buatlah dengan jelas dan tersembunyi. Berfokuslah pada aspek-aspek yang paling menghibur dan menarik dari karya tersebut; ingatlah, sebagai seorang penulis blurb, tugas Anda adalah untuk membantu menjual karya tersebut.
Pertimbangkan untuk menyebutkan karakter utamanya. Jangan terlalu deskriptif dan menyertakan setiap karakteristik dan latar belakang karakter tersebut, dan jangan tuliskan semua karakternya. Pilihlah karakter utama yang merupakan fokus utama dalam film atau buku tersebut.
Asumsikan bahwa pembaca tidak tahu-menahu mengenai fakta di dalam karya tersebut. Jika film atau buku tersebut menyertakan tokoh sejarah, lokasi geografis atau karya seni yang lain, sertakan kata-kata deskriptif untuk mengklarifikasinya. Hal ini akan membuat blurb Anda terlihat lebih jelas dan informatif.
Tuliskan tentang temanya. Gunakan satu atau dua kalimat untuk menuliskan tentang ide di dalam film atau buku tersebut, apakah itu kekuatan pertemanan, kerumitan dalam keluarga, atau keburukan perang.
4
Gunakan bahasa yang jelas dan menarik. Karena tujuan blurb adalah untuk mempromosikan film atau buku tertentu, tulislah dengan penuh gairah mengenai hal tersebut. Pertanyaan yang akan muncul di benak para pembaca adalah “Mengapa aku harus menonton atau membacanya?” Berikan alasan yang meyakinkan mereka untuk melakukannya.
Jangan gunakan terlalu banyak kata. Pembaca Anda mencari beberapa kalimat singkat yang tidak bertele-tele, jadi jangan biarkan tulisan Anda dipenuhi dengan plot yang rumit atau deskripsi panjang. Sebagai tambahan, jangan terlalu banyak memakai adjektiva—blurb Anda akan terlalu puitis dan antusias.
Jauhi hal-hal klise. Penyataan seperti “cerita terhebat sepanjang masa” atau “film terbaik yang pernah Anda tonton” sudah terlalu sering digunakan sehingga tidak efektif lagi. Tulislah deskripsi yang dipikirkan dengan baik dari pengalaman pribadi Anda ketika membaca atau menonton karya tersebut tanpa menggunakan kata-kata orang lain.[3]
5
Gunakan selalu sudut pandang orang ketiga, bukan kesatu. Menulis dalam sudut pandang orang kesatu membuat blurb terlihat terlalu informal. Menulis dalam sudut pandang orang ketiga dapat menjaga jarak keprofesionalan yang Anda inginkan ketika menulis blurb untuk karya orang lain.
6
Tulislah blurb untuk penonton yang sesuai. Ketahuilah bahwa menulis blurb tentang buku bergambar untuk anak-anak menggunakan jenis komunikasi yang berbeda daripada menulis blurb tentang novel romantis. Sesuaikan penggunaan bahasa Anda.

*Terima kasih 👋*

➖➖➖➖➖➖➖➖

🔹 *Materi Musikalisasi Puisi*

*=>* Pengertian Musikalisasi Puisi
Musikalisasi Puisi adalah pembacaan puisi dengan iringan musik atau pemberian titinada atau tangga nada pada baris-baris puisi sehingga puisi tersebut dapat dinyanyikan.

Pengertian Musikalisasai Puisi Menurut Para Ahli ialah sebagai berikut:

• Pengertian Musikalisasai Puisi Menurut Lukman Hakim ialah upaya untuk menonjolkan unsur musikal, sehingga sebagai karya sastra bebentuk puisi dapat lebih jelas lagi di depan khalayaknya, unsur musikal merupakan jembatan bagi khalayak untuk berhubungan dengan sajak.

• Pengertian Musikalisasai Puisi Menurut Dedi  S. Putra dalam Fredie ialah ungkapan musikal, instrument, melodi, dan nyayian ucapan. yang memiliki nuansa makna kata ekplisit dan implisit. Penghayatan menjadikan puisi mendapat kemampuan ekstra untuk berkomunikasi karena pencarian yang diciptakan.

• Pengertian Musikalisasai Puisi Menurut Andrie S. Putra ialah bahwa musikalsasi puisi adalah satu bentuk ekpresi sastra, puisi dengan melibatkan beberapa unsur seni, seperti irama, bunyi, musik, gerak, dan tari.

• Pengertian Musikalisasai Puisi Menurut Antilan Purba ialah bahwa musikalisasi puisi mengubah puisi menjadi lagu.

• Pengertian Musikalisasai Puisi Menurut Brani Nasution bahwa musikalisasi puisi adalah memusikan atau mengubah citra puitik menjadi musikal dari sebuah puisi.

• Pengertian Musikalisasai Puisi Menurut Agus S. Sarjono bahwa musikalisasi puisi adalah mengubah musiklaitas pada puisi menjadi lebih tersa, menjadi suatu musik yang bisa didengar.

• Pengertian Musikalisasai Puisi Menurut Fikar W. Eda bahwa Musikalisasi puisi merupakan salah satu bentuk ekpresi yang lain, yakni menggunakan unsur-unsur bunyi yang lebih kuat untuk mengekpresikan puisi. Kalau selama ini puisi dibaca secara oral, musikalisasi puisi ini merupakan salah satu bentuk ekpresi yang lain, yang disampaikan dengan menggunakan medium musik atau instrumen musikalisasi adalah adalah salah satu bentuk ekpresi alternative yang sangat bagus untuk memahami karya sastra.

• Pengertian Musikalisasai Puisi Menurut Kamus Kata-kata Serapan Asing dalam Bahasa Indonesia dijelaskan bahwa musikalisasi puisi adalah hal untuk menjadikan agar bersifat musik.

Tidak sedikit syair lagu yang bentuk serta isinya berupa puisi. Syair lagu itu jika dibacakan atau dideklamasikan akan terasa sekali bahwa di dalamnya mengandung makna yang dalam dan tajam dengan kata-kata penuh kias dan padat isinya.

Sebaliknya karya sastra yang berupa puisi dapat dinyanyikan seperti lagu dengan menciptakan sebuah aransmen untuk sebuah puisi.

Sekarang ini sudah cukup banyak puisi-puisi terkenal karya sastrwan kita yang sudah dimusikalisasi atau dibuat lagunya.

🔹 *Cara Membuat Musikalisasi Puisi*
Banyak puisi yang dapat dilagukan. Tidak sedikit juga lagu yang syairnya sangat puitis. Puisi dapat diekspresikan dalam bentuk lagu disertai dengan iringan musik.
Iringan musik tidak harus menggunakan alat musik yang canggih. Iringan dapat menggunakan alat musik seadanya misalnya tepukan tangan, ketukan meja, atau alat sederhana yang lain dapat.
Pengekpresian puisi dengan musik atau lagu seperti itu disebut musikalisasi puisi. Aransemen lagu dalam puisi yang akan dimusikalisasi harus disesuaikan dengan tema atau pesan yang terkandung dalam isi puisi.
Antara tema, pesan, dan isi puisi dengan irama musiknya harus selaras. Puisi yang bertema perjuangan penuh semngat dapat dinyanyikan dengan irama mars. Puisi yang isinya khidmat atau khusyuk dapat dinyanikan dengan irama slow.

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam musikalisasi puisi antara lain:

1. Penghayatan, yaitu pemahaman isi puisi yang akan dimusikalisasi.
2. Vokal, yang meliputi kejelasan ucapan, jeda, kelancaran, ketahanan.

3. Penampilan, yakni dengan gerakan-gerakan yang wajar, tidak dibuatbuat, sesuai dengan penghayatan isi puisi yang dibawakan.

🔹 *Metode Musikalisasi Puisi*

Tentu tidak semua guru bahasa Indonesia dapat menerapkan metode ini karena tidak semua guru bahasa bisa menyanyi apalagi mengajarkanya kepada siswa siswa. Cara paling mudah adalah mendengarkan hasil rekaman yang berisi puisi-puisi yang sesuai untuk diajarkan di jenjang pendidikan tertentu. Puisi-puisi Taufiq Ismail dan Wing Kardjo yang penulis sebutkan di atas sesuai untuk usia SMP dan SMA dengan pertimbangan bahwa puisi tersebut mudah untuk dipahami maknanya. Hasil rekaman berbentuk kaset sudah lama dikenal orang. Cara kedua yakni dengan melibatkan guru kesenian yang ada untuk mengajarkan bagaimana mengajarkan membaca notasi dan melagukannya. Tahap pemaknaan tetap dilakukan oleh guru bahasa bersangkutan. Puisi Cintaku Jauh Di Pulau atau Aku (Semangat) karya Chairil Anwar sudah digubah dalam bentuk lagu oleh FX. Soetopo dan RAJ. Soedjasmin. Kedua puisi tersebut, menurut Situmorang sesuai diajarkan untuk tingkat SMU.
Untuk mendukung penerapa teknik musikalisasi puisi perlu sedikit penguasaan unsur-unsur musik secara umum. Unsur-unsur musik yang dimaksud adalah : nada, melodi, irama, harmoni, serta unsur pendukung lain seperti ekspresi, dinamika, serta bentuk lagu.
1. Nada
Nada merupakan bagian terkecil dari lagu. Nada (tone) dalam pengertian musik adalah suara yang mempunyai getaran tertentu dan mempunyai ketinggian tertentu. Nada dalam tangga nada diatonis mempunyai jarak interval tertentu juga. Dalam kegiatan musikalisasi puisi nada merupakan unsur dasar.
2. Melodi
Nada-nada (tone) di atas akan bermakna jika disusun secara horizontal dengan lompatan-lompatan (interval) tertentu. Nada-nada yang disusun secara horizontal dengan lompatan (interval) tertentu itu dinamakan melodi. Melodi inilah yang kemudian menjadi kalimat lagu dan terdiri dari frase-frase serta tema tertentu. Deretan melodi kemudian menjadi lagu.
3. Irama
Irama menentukan bentuk lagu. Irama di dalam musikalisasi puisi menjadi sangat penting untuk memberi jiwa dari puisi yang diapresiasi. Puisi yang bersemangat seperti “Aku”-nya Chairil Anwar menjadi lebih bermakna dengan penggunaan birama 4/4 dengan tempo sedang serta perubahan tempo accelerando (dipercepat) dan rittardando (diperlambat). Birama (sukat) adalah (angka pecahan : 2/4, ¾, 4/4, 6/8, 9/8) yang merupakan petunjuk akan jiwa lagu. Puisi-puisi baladis Ebiet G Ade kebanyakan menggunakan birama 4/4, sedangkan puisi-puisi religius Taufiq Ismail digubah Bimbo dengan birama ¾. Meskipun birama ¾ kebanyakan digunakan untuk lagu-lagu walz, tetapi ternyata serasi dengan puisi religius dengan orkestrasi versi Bimbo.
4. Tangga nada
Penggunaan tangga nada berpengaruh besar terhadap penjiwaan puisi. Di dalam musik tangga nada diatonis (terdiri 7 nada pokok dan 5 nada sisipan) merupakan tangga nada yang banyak dipakai dalam musikalisasi puisi, sedangkan tangga nada pentatonic lebih banyak dipakai dalam seni musik tradisional jawa (karawita) seperti macapatan. Penggunaan tangganada minor dipakai untuk puisi-puisi atau lagu yang berjiwa melankolis, sendu, sedih, duka, pesimistis. Sajak “Cintaku Jauh Di Pulau”-nya Chairil Anwar sangat sesuai dengan tangga nada minor, sedangkan “Semangat”-nya Chairil Anwar lebih gagah dengan menerapkan tangga nada mayor yang lebih dekat dengan jiwa optimis, gagah, berani, riang, gembira.
Lagu-lagu yang menggunakan tangga nada mayor memang kebanyakan bersemangat, optimistis, dan riang, sedangkan penggunaan tangga nada minor lazimnya digunakan untuk lirik-lirik yang melankolis, pesimistis, duka, lara. Dalam seni musik, tangga nada mayor dan minor kadang-kadang digunakan dalam satu lagu. Lagu “Sepasang Mata Bola”, ciptaan Ismail Marzuki merupakan salah satu contoh penggunaan tangga nada minor. Awal lagu itu menggunakan tangga nada minor sesuai dengan lirik bait 1 dan 2, sedangkan pada bait refrain (bait yang sering diulangi) menggunakan tangga nada mayor.
Tangga nada pentatonic (5 nada pokok) kebanyakan digunakan dalam seni musik tradisional (seni karawitan). Namun demikian tangga nada ini juga sering mewarnai penggunaan tangga nada diatonis minor, terutama laras pelog yang memang bias disejajarkan dengan tangga nada diatonis.
5. Tempo
Tempo menentukan karakter lagu. Tempo secara umum adalah sesuatu yang berhubungan dengan cepat lambatnya lagu dinyanyikan (musik dimainkan). Dalam permainan musik, tempo dinyatakan dengan tanda yang merupakan rambu-rambu yang harus ditepati dalam menyanyikan lagu. Pengelompokan tempo terdiri dari golongan tempo cepat, tempo sedang, tempo lambat, serta perubahannya. Kecepatan lagu diukur dengan alat pengukur yang disebut Metronome buatan Maelzel. Metronome ini yang akan memberikan petunjuk seberapa cepat dan seberapa lambat lagu dinyanyikan.
6. Tempo lambat
Lento = lambat
Adagio = lambat sedang
Largo = lambat sekali
7. Tempo sedang
Andante = seperti orang berjalan
Moderato = sedang
8. Tempo cepat
Allegro = cepat
Allegretto = agak cepat
Presto = sangat cepat.
9. Tempo perubahan
Rittenuto (ritt) = dipercepat
Accelerando (accel) = diperlambat
A tempo (tempo primo) = kembali ke tempo semula.
6. Dinamik
Kadangkala suatub lagu dinyanyikan dengan sangat lembut pada awal penyajian, kemudian berangsur-angsur keras, atau mendadak keras, kembali melembut pada bagian tertentu, kemudian mengeras atau melembut pada bagian akhir (ending). Perubahan keras-lembutnya lagu ini akan memberikan nuansa penjiwaan pada penyajian lagu. Di dalam musik, keras lembutnya lagu ini ditandai dengan rambu-rambu dinamik, sedangkan tanda-tandanya disebut tanda dinamik yang berupa istilah maupun tanda (signal). Rambu-rambu dinamik itu ditulis di bagian-bagian lagu yang memerlukan perubahan keras-lembut.
Sekadar gambaran, secara garis besar dinamik dibagi menjadi 2 bagian yakni :
a. Tanda dinamik keras :
f = forte, berarti keras
ff = fortissimo, berarti sangat keras
fff = fortissimo assai, berarti sekeras-kerasnya
mf = mezzoforte, setengah keras.
Keterangan : batas antara forte dan fortissimo, serta fortissimo assai relatif kecil, karena di dalam musik vocal batas dinamik tersebut tidak dapat diukur dengan alat.
b. Tanda dinamik lembut :
p = piano, berarti lembut
pp = pianissimo, berarti sangat lembut
ppp = pianissimo possible, berarti selembut-lembutnya
mp = mezzopiano, setengah lembut.
Keterangan : batas antara piano dan pianissimo, serta pianissimo possible relatif kecil, karena di dalam musik vocal batas dinamik tersebut tidak dapat diukur dengan alat.
c. Perubahan dinamik :
Perubahan dinamik dibimbing dengan penggunaan tanda (signal) atau istilah pada bagian lagu yang memerlukan perubahan. Tanda-tanda tersebut antara lain :
< : crescendo, berarti menjadi keras
> : decrescendo, berarti menjadi lembut
<> : meza di voce, berarti menjadi keras kemudian kembali menjadi lembut dalam satu frase,
7. Ekspresi
Ekspresi menjadi bagian terpenting dalam menyajikan sebuah lagu. Keberhasilan menterjemahkan karya seni musik menjadi tantangan terbesar bagi seorang penyanyi dalam membawakan sebuah lagu. Dalam lembaran musik, ekspresi selain timbul secara alamiah dari seorang penyanyi (internal), juga dapat dituntun dengan tanda (signal) berupa istilah, ungkapan dalam bahasa asing. Istilah ekspresi itu lazimnya ditulis pada bagian awal lagu setelah tanda birama (sukat), tetapi kadangkala juga ditulis di bagian tengah lagu yang memerlukan perubahan ekspresi. Lagu “Cintaku Jauh Di Pulau”, karya Chairil Anwar, digubah ke dalam lagu oleh F.X. Soetopo dengan membubuhkan tanda ekspresi Andante Con Expresivo, yang merupakan gabungan dari tanda tempo Andante, berarti pelan, dan Con Expresivo, berarti dengan penuh ekspresi. Tentu saja setiap lagu mempunyai ekspresi berbeda tergantung isi/tema puisi/liriknya.
8. Harmoni
Harmoni menjadi sangat dibutuhkan ketika musikalisasi puisi sudah sampai pada tahap orkestrasi yang melibatkan unsur instrumen musik iringan. Pada tahap ini peran iringan adalah memadukan unsur melodi, ritme, tempo, dinamik, serta ekspresi lagu. Harmoni selalu dikaitkan dengan keselarasan, keserasian, dan keseimbangan antara unsur yang satu dengan lainnya. Di dalam musik, harmoni juga berarti keselarasan antara unsur-unsur musik. Pada seni musik karawitan Jawa, harmoni sering dikaitkan dengan istilah ‘nges’, yaitu rasa musikal yang memadukan antarunsur, sedangkan dalam musik umum, selain ‘nges’, harmoni juga berarti keterpaduan antara nada satu dengan nada yang lain.
Pengertian praktis dan sederhana, harmoni dalam musik diatonis adalah dua nada atau lebih (dwinada, trinada) pada tangga nada diatonis dibunyikan secara bersamaan yang menghasilkan perpaduan nada yang harmonis. Perkembangan berikutnya, gabungan nada-nada tersebut dikelompokkan menjadi tingkata-tingkatan akor (harmoni) yang kelak akan sangat memberi dukungan pada penyajian lagu.
Pada praktik penyajian musikalisasi puisi, peran harmoni ini ditumpukan kepada instrumen harmonis, seperti (yang paling ringan) adalah gitar. Gitar merupakan alat paling sederhana dan relatif mudah dalam membentuk harmoni dalam musikalisasi puisi. Pada tingkat yang lebih sulit dan relatif mahal, peran gitar biasanya digantikan oleh piano, harpa, atau ansambel, bahkan orkes besar seperti simponi. Rambu-rambu harmoni pada tulisan musik (partitur) biasanya sudah ditulis oleh penyusun komposisi, namun dalam musikalisasi puisi, rambu-rambu itu bukan harga mati, artinya pelaku musikalisasi puisi dapat membuat variasi hiasan (ornamentasi) musikal sejauh masih dalam batas wajar dan enak dinikmati dari segi audio.
Penggunaan harmoni manual pada piano untuk musikalisasi puisi sering kita dengarkan pada penyajian lagu-lagu seriosa Indonesia seperti festival pemilihan bintang radio dan televisi tahun-tahun 80-an, sedangkan Bimbo, Ulli Sigar Rusady, Ebiet G Ade, banyak menggunakan gitar dan orkestrasi.
9. Bentuk Lagu
Bentuk lagu yang dimaksud adalah komposisi lagu secara tertulis/tekstual. Bentuk lagu akan tergantung kepada tipografi lirik yang diikutinya. Kalimat lagu akan disesuaikan dengan struktur pembaitan puisi yang dimusikkan. Puisi lama seperti pantun, seloka, gurindam yang mempunyai struktur pembaitan baku akan lebih mudah untuk dibentuk kalimat lagu, namun bukan berarti puisi baru dengan tipografi yang tidak jelas pembaitannya tidak bias dibuat lagu. Puisi-puisi Sutardji Calzoum Bacri bahkan bias dibuat komposisi musik.
Pada sajak “Pahlawan Tak Dikenal” karya Toto Sudarto Bachtiar, pembaitannya cukup membantu untuk dibuat komposisi lagu. Struktur kalimat lagu menjadi mudah dipolakan. Sedangkan sajak “Semangat”, yang kemudian diubah menjadi “Aku” oleh pengarangnya sendiri Chairil Anwar begitu sulit memolakan pembaitan musik, namun demikian R.A.J.Soedjasmin, penggubah lagu untuk sajak tersebut begitu manis dan rapi menyusun kalimat lagunya sehingga sajak tersebut menjadi lebih bermakna ketika dinyanyikan.

➖➖➖➖➖➖➖➖

_``Resensi – Pengertian, Fungsi, Unsur, Sistematika dan Contoh ``_
➖➖➖➖➖➖➖➖

*Pengertian Resensi*

Resensi berasal dari bahasa Latinrecensio, recensere atau juga revidereyang artinya mengulas kembali. Resensi adalah suatu penilaian terhadap sebuah karya  (Karya yang dinilai dapat berupa buku dan karya seni film dan drama).  Menulis resensi terdiri dari kelebihan, kekurangan dan informasi yang diperoleh dari buku dan disampaikan kepada masyarakat.

Pengertian Resensi Menurut Para Ahli

Berikut ini terdapat beberapa pengertian resensi menurut para ahli, antara lain:

1. Menurut Resensi Secara Etimologi

Secara etimologi, resensi adalah suatu yang mengulas kembali atau melihat kembali. Sedangkan dalam Bahasa Inggris dikenal dengan istilah review.

2. Menurut KBBI

Resensi merupakan sebagai pertimbangan atau  pembicaraan dan ulasan tentang buku.

3. Menurut WJS. Poerwadarminta

Resensi merupakan sebagai pertimbangan atau perbincangan tentang sebuah  buku yang menilai kelebihan atau kekurangan buku tersebut, menarik-tidaknya tema dan isi buku, kritikan, dan memberi dorongan kepada khalayak tentang perlu tidaknya buku tersebut dibaca dan dimiliki atau dibeli.

4. Menurut Panuti Sudjiman

Resensi adalah hasil pembahasan dan penilaian yang pendek tentang suatu karya tulis. Konteks ini memberi arti penilaian, mengungkap secara sekilas, membahas, atau mengkritik buku.

5. Menurut Euis Sulastri dkk

Istilah resensi berasal dari bahasa Belanda, resentie, yang berarti kupasan atau pembahasan. Jadi,  pengertian resensi adalah kupasan atau pembahasan tentang buku, film, atau drama yang biasanya disiarkan melalui media massa, seperti surat kabar atau majalah.

6. Menurut Saryono

Resensi adalah sebuah tulisan berupaes
ai dan bukan merupakan bagian suatu ulasan yang lebih  besar mengenai sebuah buku.

*Fungsi Resensi*

Berikut ini terdapat beberapa fungsi resensi, antara lain:

Fungsi informatif, yakni menginformasikan keberadaan buku atau film tertentu sehingga pembaca merasa tertarik untuk mengetahuinya lebih lanjut.

Fungsi komersial, yakni mempromosikan produk baru untuk kepentingan komersial.

Fungsi akademik, yakni interaksi antara penulis atau pengarang buku, penerjemah, editor, dan peresensi dalam membentuk wacana keilmuan mengenai topik tertentu.

*Unsur-Unsur Resensi*

Berikut ini terdapat beberapa unsur-unsur resensi, antara lain:

*Tips Membuat Judul Resensi*

Judul resensi dibuat semenarik mungkin dan menjiwai seluruh inti tulisan, tidak harus menentukan dan menetapkan terlebih dahulu judul resensi.

Judul dapat dibuat sesudah resensi selesai. Yang perlu diingat, judul resensi selaras dengan keseluruhan isi resensi.

Menyusun Data Buku

Data buku biasanya disusun sebagai berikut :

Judul buku (Jika buku yang dijadikan bahan resensi termasuk buku hasil terjemahan. Jika demikian, tuliskan judul aslinya).

Pengarang (Jika ada, penerjemah, editor, atau penyunting seperti yang tertera pada buku).

Penerbit.

Tahun terbit beserta cetakannya (Terbitan buku yang ke ?).

Tebal buku (Banyaknya Halaman).

Harga buku (jika diperlukan).

Membuat Kalimat Pembuka Sinopsis

Pembukaan dapat dimulai dengan hal-hal berikut ini :

Memperkenalkan siapa pengarangnya, karyanya berbentuk apa saja, dan prestasi apa saja yang diperoleh.

Membandingkan dengan buku sejenis yang sudah ditulis, baik oleh pengarang sendiri maupun oleh pengarang lain.

Memaparkan kekhasan atau sosok pengarang.

Memaparkan keunikan buku.

Merumuskan tema buku.

Mengungkapkan kritik terhadap kelemahan buku.

Mengungkapkan kesan terhadap buku.

Memperkenalkan penerbit.

Mengajukan pertanyaan.

Membuka dialog.

Tubuh atau isi pernyataan resensi buku

Tubuh atau isi pernyataan resensi biasanya memuat hal-hal di bawah ini :

Sinopsis menceritakan sebagian isi buku secara kronologis.

Mengulas singkat buku dengan kutipan kalimat secukupnya.

Keunggulan buku.

Kelemahan buku.

Rumusan kerangka buku.

Tinjauan bahasa (mudah atau berbelit-belit).

Adanya kesalahan cetak.

*Struktur Resensi*

Berikut ini terdapat beberapa struktur resensi, antara lain:

Membantu pembaca mengetahui gambaran dan penilaian umum dari sebuah hasil karya secara ringkas.

Mengetahui kelebihan dan kelemahan karya yang diresensi.

Mengetahui latar belakang dan alasan sebuah karya dibuat.

Menguji kualitas karya dan membandingkannya terhadap karya lainnnya.

Memberi masukan kepada pembuat karya berupa kritik dan saran.

Mengajak pembaca untuk mendiskusikan karya yang diresensi.

Memberikan pemahaman serta informasi secara komprehensif kepada pembaca tentang karya yang diresensi.

- Sistematika Resensi

Berikut ini terdapat beberapa sistematika resensi, antara lain:

- Judul Resensi

Judul resensi harus menggambarkan isi resensi. Penulisan judul resensi harus jelas, singkat, dan tidak menimbulkan kesalahan penafsiran. Judul resensi juga harus menarik sehingga menimbulkan minat membaca bagi calon pembaca.

Sebab awal keinginan membaca seseorang didahului dengan melihat judul tulisan. Jika judulnya menarik maka orang akan membaca tulisannya.

Sebaliknya, jika judul tidak menarik maka tidak akan dibaca namun perlu diingat bahwa judul yang menarik pun harus sesuai dengan isinya yang berarti jangan sampai hanya menulis judulnya saja yang menarik, sedangkan isi tulisannya tidak sesuai, maka tentu saja hal ini akan mengecewakan pembaca.

- Data Buku

Secara umum ada dua cara penulisan data buku yang biasa ditemukan dalam penulisan resensi di media cetak antara lain:

Judul buku, pengarang (editor, penyunting, penerjemah, atau kata pengantar), penerbit, tahun terbit, tebal buku, dan harga buku.

Pengarang (editor, penyunting, penerjemah, atau kata pengantar, penerbit, tahun terbit, tebal buku, dan harga buku.

- Pendahuluan

Bagian pendahuluan dapat dimulai dengan memaparkan tentang pengarang buku, seperti namanya, atau prestasinya. Ada juga resensi novel yang pada bagian pendahuluan ini memperkenalkan secara garis besar apa isi buku novel tersebut dan dapat pula diberikan berupa sinopsis novel tersebut.

- Tubuh Resensi

Pada bagian tubuh resensi ini penulis resensi (peresensi) boleh mengawali dengan sinopsis novel. Biasanya yang dikemukakan pokok isi novel secara ringkas. Tujuan penulisan sinopsis pada bagian ini adalah untuk memberi gambaran secara global tentang apa yang ingin disampaikan dalam tubuh resensi. Jika sinopsisnya telah diperkenalkan peresensi selanjutnya mengemukakan kelebihan dan kekurangan isi novel tersebut ditinjau dari berbagai sudut pandang, tergantung kepada kepekaan peresensi.

- Penutup

Bagian akhir resensi biasanya diakhiri dengan sasaran yang dituju oleh buku itu. Berikan penjelasan juga apakah memang buku itu cocok dibaca oleh sasaran yang ingin dituju oleh pengarang atau tidak dan berikan pula alasan-alasan yang logis.

*Jenis-Jenis Resensi*

Berikut ini terdapat beberapa jenis-jenis resensi, antara lain:

Deskriptif : menggambarkan dan menjelaskan tentang karya seseorang secara menyeluruh, baik dari segi isi, penulisannya, maupun penciptanya _(creator)._ Resensi deskriptif ini tidak sampai pada penilaian kritik (bagus/tidak) si penulis terhadap karya yang dia resensi. Dia hanya menjelaskan secara singkat tentang isi, proses, dan pencipta sebuah karya.

Deskriptif-evaluatif : resensi dengan karakter kedua ini melakukan penilaian terhadap sebuah karya lebih dalam dari yang pertama. Dia tidak hanya menggambarkan, tapi menilai sebuah karya secara keseluruhan dengan kritis dan argumentatif. Sehingga ada kesimpulan pada akhir resensi, apakah karya yang diresensi baik kualitasnya atau tidak.

Deskriptif-komparatif : resensi yang ketiga ini lebih sulit lagi daripada macam resensi yang kedua. Resensi macam ketiga ini mencoba melakukan penilaian pada sebuah karya dengan cara membandingkan karya orang lain yang memiliki kesamaan atau keterkaitan secara isi dan materi. Disebut sulit, sebab selain membutuhkan analisa  mendalam dan kritis, resensi macam ketiga ini membutuhkan pengetahuan dan wawasan luas. Tidak hanya satu karya yang harus dia pahami, namun karya-karya lain yang berhubungan dengan karya yang dia resensi harus pula dia pahami.

*Tujuan Resensi*

Berikut ini terdapat beberapa tujuan resensi, antara lain:

Memberikan informasi atau pemahaman yang komprehensif (mendalam) tentang apa yang tampak dan terungkap dalam sebuah buku.

Mengajak pembaca untuk memikirkan, merenungkan, dan mendiskusikan lebih jauh fenomena atau problema yang muncul dalam sebuah buku.

Memberikan pertimbangan kepada pembaca apakah buku itu pantas mendapat sambutan dari masyarakat atau tidak.

*Langkah-Langkah Menulis Resensi*

Berikut ini terdapat beberapa langkah-langkah menulis resensi, antara lain:

Melakukan penjajakan atau pengenalan buku yang diresensi, meliputi:

Tema buku yang diresensi, serta deskripsi buku.

Siapa penerbit yang menerbitkan buku itu, kapan dan di mana diterbitkan, tebal (jumlah bab dan halaman), format hingga harga.

Siapa pengarangnya: nama, latar belakang pendidikan, reputasi dan presentasi buku atau karya apa saja yang ditulis sampai alasan mengapa ia menulis buku itu.

Penggolongan/bidang kajian buku itu: ekonomi, teknik, politik, pendidikan, psikologi, sosiologi, filsafat, bahasa, sastra, atau lainnya.

Membaca buku yang akan diresensi secara menyeluruh, cermat, dan teliti. Peta permasalahan dalam buku itu perlu dipahami dengan tepat dan akurat.

Menandai bagian-bagian buku yang memerlukan perhatian khusus dan menentukan bagian-bagian yang akan dikutip sebagai data acuan.

Membuat sinopsis atau intisari dari buku yang akan diresensi.

Menentukan sikap atau penilaian terhadap hal-hal berikut ini:

Organisasi atau kerangka penulisan; bagaimana hubungan antar bagian satu dengan lainnya, bagaimana sistematika, dan dinamikanya.

Isi pernyataan; bagaimana bobot idenya, seberapa kuat analisanya, bagaimana kelengkapan penyajian datanya, dan bagaimana kreativitas pemikirannya.

Bahasa; bagaimana ejaan yang disempurnakan diterapkan, bagaimana penggunaan kalimat dan ketepatan pilihan kata di dalamnya, terutama untuk buku-buku ilmiah.

Aspek teknis; bagaimana tata letak, bagaimana tata wajah, bagaimana kerapian dan kebersihan, dan kualitas cetakannya (apakah ada banyak salah cetak).

Sebelum melakukan penilaian, alangkah baiknya jika terlebih dahulu dibuat semacam garis besar (outline) dari resensi itu. Outline ini akan sangat membantu kita ketika menulis.

Mengoreksi dan merevisi hasil resensi dengan menggunakan dasar- dasar dan kriteria-kriteria yang telah kita tentukan sebelumnya.

*Teknik Pembuatan Resensi*

Berikut ini terdapat beberapa teknik pembuatan resensi, antara lain:

✨ Teknik  _cutting_ and  _glueing_

Secara harfiah, cutting berarti memotong dan glueing berarti merekatkan. Meresensi buku dengan ini berarti merekatkan potongan-potangan tulisan. Potongan tersebut berupa materi yang menarik perhatian, yang terdapat di dalam buku yang hendak kita resensi, serta mencerminkan gagasan-gagasan inti si penulis buku. Teknik ini merupakan teknik yang paling sederhana dan mendasar dalam berlatih menulis resensi.

- Teknik  _focusing_

Teknik ini berkaitan dengan kegiatan “memusatkan perhatian” kepada satu aspek tertentu yang disajikan dalam objek resensi. Aspek-aspek itu bisa terletak pada tema, metode pembahasan yang digunakan penulis, sampul luar, sosok pengarang, gaya penyajian, atau latar belakang penerbitan buku. Pendek kata, apa saja yang dianggap menonjol atau paling menarik perhatian dapat diangkat dalam tulisan resensi.

- Teknik comparing

Teknik ini mengajak seorang peresensi untuk melakukan pembandingan-pembandingan atas hal-hal yang terdapat dalam objek resensi dengan sumber lain mengenai topik sejenis. Pembandingan itu dapat dilakukan atas dasar topik atau tema yang sama dari pengarang yang berbeda, atau pengarang yang sama mengenai topik-topik lain yang berbeda.

*Manfaat Resensi*

Berikut ini terdapat beberapa manfaat resensi, antara lain:

Bahan pertimbangan dan gambaran kepada para pembaca tentang suatu karya.

Resensi merupakan media untuk mempromosikan buku baru tersebut.

Untuk mengembangkan kreativitas menulis.

*Contoh Resensi*

Judul: Menggugat Ahmadiyah, Mengungkap Ayat-ayat Kontroversial dalam Tafsir Ahmadiyah

Penulis: Dr Muchlis M Hanafi

Penerbit: Lentera Hati, Jakarta

Tahun: Maret 2011

Tebal: 116 + xxii hlm

Harga: Rp. 20.800,-

Peresensi: Rafi’uddin*

Keberadaan Ahmadiyah khususnya di negeri ini selalu menimbulkan kontroversi, bahkan menimbulkan konflik yang berimplikasi pada tindak kekerasan. Perusakan-perusakan bangunan rumah, masjid, dan mushala. Penolakan umat Islam terhadap Ahmadiyah bermula sejak tahun 1930-an di berbagai daerah, antara lain, di Sumatera Timur (1953), Medan (1964), dan Kuningan (1969). Pada dewasa ini, persoalan Amadiyah tetap berlangsung, misalnya baru saja terjadi di Cikeusik, Pandeglang (6 Februari 2011).

Persoalan Ahmadiyah di Indonesia sudah sangat mengakar yang segera diselesaikan. Mengingat dari periode ke periode menjadi benih konflik yang berimplikasi pada kekerasan. Pertama, Ahmadiyah sebagai kelompok yang menyebabkan lahirnya pertentangan. Kedua, warga Jemaah Ahmadiyah Indonesia (JAI) menjadi korban dari kekerasan masyarakat yang menolak keberadaannya.

Sejak tahun 1914 Ahmadiyah pecah menjadi dua golongan, yaitu satu yang berpusat di Qadian di bawah pimpinan Mirza Basyiruddin Mahmud Ahmad, putra dari almarhum Hazrat Mirza Ghulam Ahmad yang sekarang berpusat di Rabawah Pakistan. Serta yang satunya berpusat di Lahore Pakistan di bawah pimpinan maulana Muhammad Ali M.A., LL. B., sekretaris pendiri Ahmadiyh. Perpecahan tersebut disebabkan dengan timbulnya perbedaan pendapat yang prinsipil.

Misalnya golongan Ahmadiyah Qadian berpendapat bahwa Hadzrat Mirza Ghulam Ahmad adalah seorang Nabi dan ia adalah Ahmad seperti yang terdapat dalam al-Qur’an. Juga mereka berpegangan pada Khalifah sebagai pemegang kekuasaan tertinggi. Sementara golongan Lahore tidak mengakui atas kenabian Hadzrat Mirza Ghulam Ahmad sebagai Nabi. Karena Muhammad sudah cukup sebagai nabi terakhir, dan sesudah beliau tidak ada nabi lagi. Ketika seseorang sudah mengucapkan syahadat, ia sudah dianggap muslim dan tidak kafir walaupun tidak berbaiat pada Mirza Ghulam Ahmad.

Namun dalam buku ini lebih khusus pada keberadaan Ahmadiyah Qadian yang ada di Indonesia, yang biasa disebut dengan Jemaah Ahmadiyah Indonesia (JAI) mengenai beberapa penafsirannya terhadap ayat-ayat Qur’an yang digunakan sebagai sebatas legitimasi terhadap produk penafsirannya.

Seperti yang diungkapkan dalam buku yang ditulis Dr. Muchlis M. Hanafi ini memberikan penegasan mengenai keberadaan JAI di Indonesia. JAI menganggap bahwa hasrat Mirza Ghulam Ahmad adalah sebagai nabi setelah nabi Mauhammad SAW. Kaum muslimin yang tidak berbaiat terhadap beliau dianggap kafir dan keluar dari Islam, walaupun belum pernah mendengar nama beliau. Misalnya dalam penafsiran kelompok Ahmadiyah terhadap al-Qur’an Surat al-Ahzab ayat 40 yang artinya “Muhammad bukanlah bapak dari seseorang di antara kamu, tetapi dia adalah utusan Allah dan penutup para nabi. Dan Allah maha mengetahui segala sesuatu.”

Dalam penafsiran jemaah Ahmadiyah ditemukan kekeliruan yang akan berimplikasi pada kesesatan umat Islam. Kalimat khatama tidak menunjukkan bahwa Muhammad adalah nabi terakhir dan tidak ada nabi lagi, melainkan masih ada nabi-nabi lain yaitu seseorang yang dianggap masih mau’ud (akan turun di akhir zaman) yaitu pendiri Ahmadiyah, Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad. Beliau diyakini oleh pengikutnya sebagai nabi yang akan tampil setelah kerasulan Muhammad.

Nubuwatan menjadi sempurna dalam wujud Hadlrat Mirza Ghulam Ahmad sebagai masih mau’ud. Bahkan para penerus dari Mirza Ghulam Ahmad juga dianggap sebagai khalifah al-Masih dan berkeyakinan pemimpin mereka  sebagai “rekan sejawat dan misal Nabi Isa,” bukan Nabi Isa as. sendiri (halaman 49). Juga kebangkitan Nabi di akhir zaman nanti tidak diakui oleh kalangan jemaah Ahmadiyah, melainkan Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad dan beserta para pengikutnya dianggap masih ada dan tampil di akhir zaman.

Buku ini sangat signifikan untuk memperdalam dan memahami teks agama agar keyakinan tambah semakin kuat. Karena mengenai Muhammad sebagai Nabi terakhir telah diakui kebenarannya oleh umat Islam pada umumnya yang disertai dengan mukjizat  sebagai bukti kerasulannya. Maka dari itu, keberadaan Mirza Ghulam Ahmad yang diakui sebagai nabi dan membawa ajaran baru, merupakan pemahaman yang sangat keliru dan tidak sesuai dengan meaning full  al-Qur’an dan Hadits-hadits shahih.

*Peresensi, Alumni Pondok Pesantren Nasy’atul Muta’allimi dan melanjutkan studi di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Jurusan Tafsir dan Hadits fakultas Ushuluddin. Di Yogyakarta selain kuliah, dia juga aktif di beberapa Komunitas. Antara lain Lembaga Kajian Sinergi Yogyakarta (LKSY), Komunitas Punulis UIN Jogja (PuJog) dan sekarang sebagai Peneliti di Lembaga Studi Qur’an dan Hadits (LSQH) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Demikianlah yang dapat kami sampaikan, kurang dan lebihnya kami mohon maaf.

Terima kasih atas perhatiannya. Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh 🤗🙏

Komentar

Postingan populer dari blog ini

🔴 Arti Tulisan "Rengkang Sabawebawepajad"